Stop Press :
  • Redaksi dan Seluruh Kru Pena Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)
  • Polres Jember menggerebek pabrik mi yang terletak di Dusun Rowo Desa Rowo Indah Kecamatan Ajung yang ditegarai menggunakan bahan kimia berbahaya, Senin (5/6/2017) siang.
  • Senin, 29-11-2021 - 14:37:02

Hadiri Festival Egrang di Jember, Menteri PPPA Naik Odong-Odong

Hadiri Festival Egrang di Jember, Menteri PPPA Naik Odong-Odong Menteri PPPA , Yohana Susana Yembise, bersama Bupati Jember, Hj Faida, menaiki kereta odong-odong saat menghadiri Festival Egrang Tanoker Kecamatan Ledokombo. (Foto: Humas Pemkab Jember for penanusantara.di)
JEMBER, PENA NUSANTARA - Raut penuh kegembiraan nampak di wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise. Air mukanya berseri ketika Ia naik kereta anak alias odong-odong menuju panggung pembukaan Festival Egrang Tanoker, di halaman Polsek Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (23/9/2017) kemarin.

Menteri Yohana, di acara ini membuka secara resmi Festival Egrang VIII di Tanoker Ledokombo Kabupaten Jember yang diikuti peserta dari berbagai komunitas anak yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, antara lain NTT, NTB, Makassar, Sulsel, Garut, Yogjakarta, Malang, Madura dan Jember.

Sebelumnya Menteri Yohana -yang karib disapa Mama Yo ini- hadir bersama Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta, Asisten Menteri Koordinator Pembangunan Manusia, Sujatmiko, Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudhi Latief, untuk memberikan penghargaan khusus bagi Kabupaten Jember sebagai inisiator menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

Menteri Yohana, langsung menyapa ratusan anak-anak yang duduk di hadapan podium. Sapaan lazim bagi anak Indonesia diucapkan dengan lantang dan penuh keceriaan. “Halo! Hai! Haii….! Halo!. Siapa Kita? Anak Indonesia. Anak Indonesia! Seratus Persen Cinta Indonesia!”. Sapaan pembuka itu disambut tepuk tangan seluruh anak dan para peserta secara bersama-sama.

Festival Egrang telah sewindu berjalan. Terkait hal itu, Menteri Yohana menegaskan, Pemerintah melalui Bupati Jember, Faida, telah menunjukkan komitmen besar untuk memperhatikan hak anak, hak tumbuh kembang anak dan perlindungan terhadap anak.    

“Itu butuh dukungan semua pihak, dan stakeholder. Semua harus gotong-royong dan terlibat membangun bersama. Seperti yang telah dilakukan oleh Tanoker ini,” ujar Menteri Yohana.

Sebelum menuju jalur, Festival Egrang yang menghadirkan Defile Papua ini, Menteri Yohana, sempat menggelar dialog yang menekankan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam merealisasikan program pemerintah dengan strategi Kementerian PPPA dalam meningkatkan kapasitas perempuan dan perlindungan anak, salah satunya memberi draft usulan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) – inisiatif DPR RI saat ini.

Usai dialog dan tanya jawab, Menteri Yohana lantas kembali menumpang odong-odong. Wajahnya terlihat sumringah dan bergembira. Acapkali tangannya melambai ke masyarakat di kiri dan kanan, ditemani Bupati Jember, Faida.

Dalam sambutannya, Menteri Yohana menekankan, agar ada komitmen semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Jember. Apalagi Pemkab Jember telah menuangkan tandantangan komitmen itu menuju KLA dan ini harus didukung semua pihak, mulai dari kepala desa, dunia usaha, dunia pendidikan, kesehatan, hingga seluruh elemen masyarakat lainnya.

“Itu tugas berat dari Bupati dan Wakil Bupati Jember untuk melaksanakannya. Karena harus dilaksanakan dengan berbagai tahapan. Semangat kebersamaan dan kegotong-royongan harus dibangun mulai dari desa, hingga kabupaten, serta melibatkan semua unsur masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Yohana.

Festival Egrang ini digelar sudah ke-8 kali. Festival kali ini dilombakan dan berhadiah. Pesertanya dari berbagai komunitas anak dari seluruh Indonesia, dan kota di Jawa. Festival Egrang ini diinisiasi oleh kelompok masyarakat bernama Tanoker, yang dikreasikan oleh pasangan keluarga Supoharjo – Ciciek Farha.

Tanoker diambil dari kata Tenoker yang berasal dari Bahasa Madura yang berarti Kepompong. Diharapkan, komunitas ini benar-benar menjadi wadah bagi anak untuk meningkatkan kreativitas, imajinasi, kecerdasan, memantapkan diri, dan menjadi wadah bagi perlindungan anak dari berbagai tantangan di luar.

Tanoker terbentuk karena keprihatinan kala itu terhadap anak yang ditinggal orangtuanya sebagai buruh migran dalam waktu lama. Sehingga pola asuh yang keliru itu berdampak terhadap berbagai kasus yang melibatkan anak.

Di tahun ke delapan Festival Egrang ini, membuktikan bahwa meski dari desa, namun ide itu bisa menginspirasi dan menjadi ikon perubahan bagi perbaikan generasi mendatang untuk membangun Indonesia lebih maju. (*)


Maling Motor Spesialis Kampus di Jember Tertangkap
Jumat, 27-10-2017 - 12:32:01

Maling Motor Spesialis Kampus di Jember Tertangkap

JEMBER, PENA NUSANTARA – Dua pencuri motor yang kerap beraksi di wilayah kampus di Jember tertangkap. Keduanya adalah Abdul Gofur, . . .
Hukum Kriminal
Astaga! Seorang Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Kandungnya Hingga Hamil 4 Bulan
Senin, 09-10-2017 - 17:01:28

Astaga! Seorang Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Kandungnya Hingga Hamil 4 Bulan

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kepolisian Resor (Polres) Jember, mengamankan Sucipto, warga Desa Garahan, Kecamatan Silo. Pria 44 tahun ini ditangkap . . .
Hukum Kriminal
Audisi Festival Dangdut 2017 di Wiskul Tamara Diikuti Pedangdut Berbakat
Sabtu, 07-10-2017 - 19:41:16

Audisi Festival Dangdut 2017 di Wiskul Tamara Diikuti Pedangdut Berbakat

JEMBER, PENA NUSANTARA – Audisi Festival Dangdut 2017 yang diselenggarakan di Jember, berlangsung meriah. Karena acara yang dimulai kemarin malam . . .
Seni dan Budaya
Sebanyak 75 Peserta Festival Dangdut 2017 di Jember Ikuti Tes Vokal
Kamis, 05-10-2017 - 16:02:51

Sebanyak 75 Peserta Festival Dangdut 2017 di Jember Ikuti Tes Vokal

JEMBER, PENA NUSANTARA - Sejumlah peserta Festival Dangdut 2017, nampak antusias mengikuti technical meeting yang digelar panitia di Wisata Kuliner . . .
Seni dan Budaya
Top