Stop Press :
  • Redaksi dan Seluruh Kru Pena Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)
  • Polres Jember menggerebek pabrik mi yang terletak di Dusun Rowo Desa Rowo Indah Kecamatan Ajung yang ditegarai menggunakan bahan kimia berbahaya, Senin (5/6/2017) siang.
  • Senin, 29-11-2021 - 14:01:15

Pasangan Sesama Jenis di Jember Terancam 7 Tahun Penjara

Pasangan Sesama Jenis di Jember Terancam 7 Tahun Penjara Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, menunjukkan bukti surat nikah pasangan sesama jenis di kabupaten setempat. (Foto: penanusantara.id/Minto Setyo Wahono)
JEMBER, PENA NUSANTARA - Pelaku pernikahan sejenis di Jember, diketahui sudah menjalin hubungan pacaran selama satu tahun. Pasangan ini sudah satu tahun menjalin cinta sejak 1 Juli 2017 lalu, dan telah mengurus surat pernikahan dengan mencantumkan serta mengisi formulir pernikahan N1-N5. Jika terbukti bersalah, keduanya bisa dijerat dengan pasal keterangan palsu yang ancaman hukumannya mencapai 7 tahun penjara.

"Setelah mengurus surat pernikahan, pada awal bulan Juli 2017 mereka melangsungkan acara pernikahan dengan proses resepsi," kata Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, saat menggelar press conference di halaman Mapolres Jember, Selasa (24/10/2017) siang.

Menurutnya, selama tiga bulan berjalan warga di sekitar rumah mereka mulai curiga dan mempertanyakan status sang mempelai perempuan. Kecurigaan itu bermula dari suara sang istri yang cenderung besar layaknya seorang lelaki. Namun­ kecurigaan itu dimentahkan, sang suami meyakinkan warga jika istrinya tersebut adalah benar-benar wanita.

"Sementara bukti keterlibatan pihak lain masih belum ada karena masih terus dilakukan pemeriksaan," terang Kusworo.

Sejauh ini, polisi belum menemukan adanya indikasi keterlibatan pelaku lain dalam memalsukan dokumen pernikahan, karena ketika datang ke KUA untuk mengurus surat-surat, yang berperan sebagai calon istri mengaku sebagai perempuan dengan mengenakan jilbab. Kala itu, petugas tak mencurigai, sebab calon mempelai perempauan berpakaian selayaknya perempuan, apalagi dengan postur badan yang kecil serta suara yang pelan, sehingga petugas mengansumsikan kalau keduanya adalah laki-laki dan perempuan.

"Ketika melangsungkan pernikahan pihak istri menggunakan Wali bukan orang tuanya sendiri tetapi orang lain," jelasnya.

Lebih lanjut Kusworo menjelaskan, si pria ini menyadari bahwa istrinya ini adalah seorang laki-laki, karena sudah sebelum menikah hubungan keduanya diawali dengan pacaran selama satu tahun dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Saat ini, pasangan tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, karena mereka terbukti sengaja memalsukan surat-surat yang menjadi syarat pernikahan. Bahkan saat itu, calon pengantin perempuan mengaku tak memiliki keluarga, sehingga wali nikahnya menggunakan orang lain, bukan ayah atau keluarga lelaki seperti pernikahan pada umumnya.

"Memang yang sebagai istri awalnya mengaku tidak mempunyai keluarga, namun ternyata keluarganya ada dan bisa Kami hubungi," tutur Kusworo.

Sebagaimana diketahui, pelaku yang berperan laki-laki bernama Mohammad Fadholi warga Dusun Plalangan, Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, sedangkan yang berperan sebagai perempuan adalah Ayu Puji Astutik, yang memiliki nama ssli Saipul Bahri warga Dusun Krasak, Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan aparat berupa buku nikah.

Atas perbuatan mereka, keduanya akan dijerat Pasal 262 KHUP, karena diduga sengaja memalsukan surat-surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Selain itu, mereka juga dikenakan Pasal 266 KUHP lantaran dianggap telah memberikan keterangan palsu dalam fakta otentik dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)


Lakukan Sidak, DPRD Jember Temukan 10 Tambak Udang Ilegal
Kamis, 03-06-2021 - 20:10:00

Lakukan Sidak, DPRD Jember Temukan 10 Tambak Udang Ilegal

JEMBER - Sidak yang dilakukan lintas Komisi di DPRD Jember, yakni Komisi A, Komisi B dan Komisi C, serta BPN . . .
Headline
Polisi Tangkap Pemalsu KTP di Jember
Rabu, 20-12-2017 - 06:39:43

Polisi Tangkap Pemalsu KTP di Jember

JEMBER, PENA NUSANTARA – Kepolisian Resor Jember menangkap Eko Setiawan, karena memalsukan dokumen negara seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP . . .
Hukum Kriminal
Penyekap dan Pemerkosa Dua Perempuan di Jember Ditangkap
Rabu, 20-12-2017 - 06:01:25

Penyekap dan Pemerkosa Dua Perempuan di Jember Ditangkap

JEMBER, PENA NUSANTARA - Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bangsalsari, Polres Jember, menangkap Sugiono, pelaku penyekapan dan pemerkosaan dua perempuan . . .
Headline
Panwascam di Jember Dibimtek Verifikasi Faktual Parpol
Sabtu, 16-12-2017 - 12:32:12

Panwascam di Jember Dibimtek Verifikasi Faktual Parpol

JEMBER, PENA NUSANTARA – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Jember, membekali panitia pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) tentang verifikasi factual partai . . .
Politik
Top