Stop Press :
  • Redaksi dan Seluruh Kru Pena Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)
  • Polres Jember menggerebek pabrik mi yang terletak di Dusun Rowo Desa Rowo Indah Kecamatan Ajung yang ditegarai menggunakan bahan kimia berbahaya, Senin (5/6/2017) siang.
  • Selasa, 19-10-2021 - 15:41:45

Jeli Memilih Teman di Medsos, Kunci Terhindar Jaringan Teroris

Jeli Memilih Teman di Medsos, Kunci Terhindar Jaringan Teroris Sejumlah nara sumber dalam acara NSI Exsposed Generasi Pencinta Damai, dengan tema “News Line Nusantara Cerdas Melihat, di UIN Malang. (Foto: Galang for penanusantara.id)
MALANG, PENA NUSANTARA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menyelenggarakan acara NSI Exsposed Generasi Pencinta Damai, dengan tema “News Line Nusantara Cerdas Melihat. Kegiatan ini bertempat di Gedung Sport Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (7/12/2017) kemarin.

Acara yang menhadirkan Kepala BNPT, Mayjen Abdurrahman Kadir tersebut, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Abd Haris, Chiki Fawzi, Vidi Aldiano, Mc Danni, Silbmvoa Iskandar, saksi mata ISIS bernama Suci dan Ketua Ikatan Psikolog Sosial, Wahyu Cahyono, serta Sifitas Akademik UIN dan ratusan mahasiswa.

“Awalnya mengenal dari facebook. Di sana Ia bertemu dalam grup yang akhirnya saling berinteraksi, bercakap dan lain lainnya. Di sanalah bujukan dan gambaran-gambaran atau bacaan yang sangat menarik disodorkan," ujar Abdurahman, menceritakan ihwal bergabungnya calon anggota jaringan kelompok teror.

Menurut Abdurrahman, apa yang dikatakan tersebut ternyata berbanding terbalik dan kenyataannya. Setelah korban termakan rayuan dan percaya dengan bujukan-bujukannya, mereka lantas mengarahkan korban untuk bertemu atau menuju ke tempatnya.

"Dan ternyata trik itu manjur. Terbukti banyak remaja dari luar negeri seperti Australia dan Perancis yang terdoktrin untuk mengikuti ajakan ISIS," katanya, saat memberi sambutan.

Hal senada dikatakan juga Wahyu Cahyono. Psikolog sosial itu menyatakan, kondisi tersebut sangat disayangkan, dan bisa menjadi pelajaran bagi seluruh remaja di Indonesia agar tidak mudah terbujuk dengan rayuan-rayuan yang muncul di media online.

"Sharing dan teliti betul untuk mengonfirmasi teman di media sosial, agar kita tidak terjerumus," ujarnya.

Sementara itu, Suci menyarankan, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, kejelian memilih dan memilah teman maupun grup di media sosial perlu dilakukan.

"Kita harus jeli mengolah informasi. Selain itu kita harus terbuka kepada orang tua. Dengan begitu, kita tidak akan terjebak dengan doktrin-doktrin yang mereka sampaikan," ungkapnya, menandaskan. (Galang)


Tidak ada artikel terkait

Top